GERAKAN PEMUDA BANYUWANGI SELATAN (GPBS) MENOLAK!!!! KENAIKAN PBB-P2 200% DAN MENUNTUT BUPATI PRO WONG CILIK BUKAN MALAH MENYIKSA WONG CILIK..

Banyuwangi kembali dihadapkan pada ironi politik. Di depan publik, Bupati dengan tenang menyatakan “tidak ada kenaikan tarif PBB-P2.” Namun, tinta Perda baru yang ia tandatangani bersama DPRD berbicara lain: tarif progresif dihapus, diganti single tarif 0,3% untuk semua NJOP.

Artinya, rakyat kecil yang dulu membayar 0,1% kini harus membayar tiga kali lipat. Pemilik rumah sederhana di pelosok dipaksa membayar setara pemilik resort mewah di pantai. Tetapi di podium, seolah tak terjadi apa-apa.

Ketua GPBS, M.FAJAR GHOZI, menohok pernyataan itu:

 “Kalau ini bukan kenaikan, lalu apa namanya? Kenaikan tanpa mengaku, itu sama saja maling yang pura-pura tak mencuri.”

Sindiran pun menyeruak di tengah warga: “Pemerintah ini seperti dokter yang bilang pasien sehat, padahal hasil lab menunjukkan sekarat.”
Kata mereka, inilah seni retorika penguasa – mengubah angka di atas kertas, lalu memoles kata-kata agar rakyat tak sadar sedang diperas.

Aristoteles pernah mengingatkan, “Kebohongan adalah kematian dari kepercayaan.” Dan jika rakyat sudah tak percaya, maka kursi kekuasaan tak lagi punya pijakan yang kokoh.

Komentar