GELAR SARASEHAN KE- 3 ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA TIMUR AHMAD HADINUDIN MENEKANKAN PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK.
Banyuwangi, 14 Maret 2025 – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Ahmad Hadinuddin, M.Pd., atau yang akrab disapa Cak Hadi, kembali menggelar sarasehan ke-3 dengan tema “Keterlibatan Orang Tua dalam Pembekalan Karakter Anak dalam Menyongsong Indonesia Emas”. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Warung Pia Glemore, Banyuwangi, dan dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pendidik, hingga tokoh masyarakat.
Sarasehan ini menjadi wadah diskusi penting dalam menyikapi tantangan pembentukan karakter generasi muda di era modern. Cak Hadi, yang dikenal sebagai sosok peduli pendidikan, menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak sejak dini. Menurutnya, keluarga adalah lingkungan pertama dan utama yang membentuk kepribadian anak sebelum mereka terjun ke masyarakat.
“Orang tua memiliki peran sentral dalam membekali anak dengan nilai-nilai moral dan karakter yang kuat. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, kita harus memastikan bahwa anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang baik,” ujar Cak Hadi dalam sambutannya.
Firman Arfian Pratama: Pendidikan Akhlak dan Karakter adalah Pondasi Utama
Hadir sebagai narasumber, Firman Arfian Pratama, seorang praktisi pendidikan dan penggiat karakter, memaparkan pentingnya pendidikan akhlak dan karakter bagi anak. Menurutnya, pendidikan karakter tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah, tetapi harus dimulai dari rumah. Orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menerapkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan empati.
“Anak-anak adalah peniru ulung. Apa yang mereka lihat dan alami di rumah akan menjadi dasar bagi perilaku mereka di masa depan. Oleh karena itu, orang tua harus sadar bahwa setiap tindakan dan ucapan mereka memiliki dampak besar terhadap perkembangan karakter anak,” jelas Firman.
Firman juga menekankan bahwa pendidikan karakter tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan konsistensi dan komitmen dari orang tua untuk terus membimbing anak-anak mereka. “Mendidik karakter adalah investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi ini akan menentukan masa depan bangsa kita,” tambahnya.
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Sarasehan ini mendapat sambutan antusias dari peserta. Banyak orang tua yang mengaku terbuka matanya akan pentingnya peran mereka dalam membentuk karakter anak. “Selama ini saya lebih fokus pada nilai akademis anak. Ternyata, pendidikan karakter tidak kalah penting. Saya akan lebih memperhatikan hal ini ke depannya,” ujar salah seorang peserta, Ibu Siti, yang hadir bersama suaminya.
Cak Hadi berharap, sarasehan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga memicu aksi nyata dari semua pihak, terutama orang tua. “Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Mari kita mulai dari keluarga kita sendiri,” pungkasnya.
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber, serta pembagian doorprize bagi peserta yang aktif. Dengan semangat kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan pemerintah, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Komentar
Posting Komentar